Selasa, 30 Juli 2013

14. Apakah sah puasa orang yang seharian tidur terus?


Ada dua pendapat dalam hal bagaimana hukumnya  puasa orang yang seharian kerjanya tidur terus, yaitu: 

1. Pendapat yang sahih, puasa orang tersebut sah / tidak batal, sekalipun tidurnya satu hari penuh, sepanjang telah memenuhi syarat-rukunnya puasa. Karena orang yang sedang tidur itu tetap sebagai ahliyatul khitab.

2. Puasa orang tersebut batal, jika tidurnya sepanjang hari, dikiyaskan dengan orang ayan. Orang yang ayan seharian penuh puasanya tidak sah. 

Dalam Kifayatul Akhyar, juz: 1, hal: 207:

 ولونام جميع النهار فهل يصح صومه ؟ قيل لا كالإ غماء والصحيح انه لايضر لبقاء أهلية الخطاب ولونام جميع النهار إلا لحظة فإنه لايضر بالإتفاق

 “Dan jika orang yang puasa tidur sehari penuh, lalu apakah puasanya sah? Dikatakan puasanya tidak sah, sebagaimana orang ayan (orang yang ayan sehari penuh puasanya tidak sah). Pendapat yang sahih, orang yang puasa tidur sehari penuh puasanya sah, tidak masalah. Karena orang yang tidur itu tetap sebagai ahliyatul khitab. Dan jika tidurnya sehari tidak penuh, sekalipun kurang barang satu menit, maka ulama sepakat tidak masalah”(Kifayatul Akhyar, juz: 1, hal: 207).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar