Ada dua pendapat dalam hal bagaimana
hukumnya puasa orang yang seharian
kerjanya tidur terus, yaitu:
1. Pendapat
yang sahih, puasa orang tersebut sah / tidak batal, sekalipun tidurnya satu hari penuh, sepanjang
telah memenuhi syarat-rukunnya puasa. Karena orang yang sedang tidur itu tetap sebagai ahliyatul khitab.
2. Puasa orang tersebut batal, jika tidurnya sepanjang hari, dikiyaskan dengan orang ayan. Orang yang ayan seharian penuh puasanya tidak sah.
Dalam Kifayatul Akhyar, juz: 1, hal: 207:
“Dan
jika orang yang puasa tidur sehari penuh, lalu apakah puasanya sah? Dikatakan
puasanya tidak sah, sebagaimana orang ayan (orang yang ayan sehari penuh
puasanya tidak sah). Pendapat yang sahih, orang yang puasa tidur sehari penuh
puasanya sah, tidak masalah. Karena orang yang tidur itu tetap sebagai
ahliyatul khitab. Dan jika
tidurnya sehari tidak penuh, sekalipun kurang barang satu menit, maka ulama
sepakat tidak masalah”(Kifayatul Akhyar, juz: 1, hal: 207).
2. Puasa orang tersebut batal, jika tidurnya sepanjang hari, dikiyaskan dengan orang ayan. Orang yang ayan seharian penuh puasanya tidak sah.
Dalam Kifayatul Akhyar, juz: 1, hal: 207:
ولونام
جميع النهار فهل يصح صومه ؟ قيل لا كالإ غماء والصحيح انه لايضر لبقاء أهلية
الخطاب ولونام جميع النهار إلا لحظة فإنه لايضر بالإتفاق
Tidak ada komentar:
Posting Komentar