Minggu, 14 Juli 2013

4. Apakah hubungan sebadan di malam hari itu dapat membatalkan niat puasa?


Hubungan sebadan di malam hari, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa lainnya seperti makan / minum tidak merusak niat puasa. Misalnya, pak Jamilun telah niat puasa bersama-sama seusai shalat tarawih di musalla, kemudian habis sahur sebelum waktu imsak, ia melakukan hubungan badan dengan isterinya. Niat puasa pak Jamilun tidak batal, artinya ia tidak perlu niat puasa kembali.

Dalam Tanwirul Qulub, hal: 227:

ولايضر الإتيان بماينافي الصوم بعدها 

“Dan boleh melakukan hal-hal yang merusak ibadah puasa di malam hari setelah melaksanakan niat puasa”(Tanwirul Qulub, hal: 227).

Dalam Kifayatul Akhyar, juz: 1, hal: 205:  

ولايضر النوم والأكل والجماع بعد النية

“Dan boleh tidur, makan dan bersetubuh setelah melaksanakan niat pusa”(Kifayatul Akhyar, juz: 1, hal: 205).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar