Menelan
dahak yang ada dalam mulut membatalkan puasa, kecuali dahak tersebut
masih di dalam tenggorokan dan tidak bisa diupayakan keluar untuk diludahkan. Sedangkan batas pangkal mulut dengan tenggorokan adalah makhrajnya huruf kha'.
Dalam Tanwirul Qulub, hal: 228:
Dalam Tanwirul Qulub, hal: 228:
فلووصلت نخامة من الرأس او الصدر إلى حد الظاهر من الفم وهو مخرج الحاء
المهملة وقيل الخاء فجرت الى الجوف بنفسها وقدر على مجها أفطر بخلاف ماإذاعجز عن
مجها فلا يفطر
“Maka
jika dahak dari kepala atau dari dada sampai pada batas luar mulut yaitu tempat
keluarnya huruf ha’ dan dikakan huruf kha’, lalu mengalir ke dalam perut dan
mampu dikeluarkan untuk diludahkan, maka membatalkan puasa. Berbeda jika tidak mampu dikeluarkannya maka
tidak membatalka n puasa”(Tanwirul Qulub, hal: 228).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar