Rabu, 10 Juli 2013

2. Apakah niat puasa Ramadlan itu harus dilakukan pada setiap malam?


Niat puasa Ramadlan harus dilakukan setiap malam hari. Sebab puasa dalam satu hari adalah tindakan ibadah yang berdiri sendiri tidak terkait dengan hari sebelumnya atau sesudahnya. Ibadah puasa hari ini tidak dapat batal karena batalnya puasa hari kemarin atau hari esoknya.

Dalam Al Bayjuriy, juz: 1, hal: 299:

ولابد من النية لكل يوم لأن الصوم كل يوم عبادة مستقلة لتخلل ما يناقض الصوم بين اليومين كالصلاتين يتخللهما السلام

“Dan harus dilakukan niat puasa Ramadlan pada setiap harinya, karena berpuasa setiap hari adalah ibadah yang berdiri sendiri, ibadah puasa juga terpisah dengan hal-hal yang membatalkannya diantara puasa dalam dua hari. Seperti halnya dua salat yang terpisah dengan salam”(Al Bayjuriy, juz: 1, hal: 299). 

Dalam Kifayatul Akhyar, juz: 1, hal:205:

وتجب النية لكل ليلة لأن كل يوم عبادة مستقلة ألا ترى انه لايفسد بقية الأيام بفساد يوم منه

“Dan niat puasa Ramadlan wajib dilakukan pada setiap malam hari, karena ibadah puasa satu hari adalah merupakan ibadah yang berdiri sendiri tidak terkait dengan hari sebelum dan sesudahnya. Ingatlah bahwa, hari-hari puasa di bulan Ramadlan tidak akan batal karena rusaknya puasa satu hari di bulan Ramadlan terssebut” (Kifayatul Akhyar, juz: 1, hal: 205).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar