Niat
puasa Ramadlan harus dilakukan setiap malam hari. Sebab puasa dalam satu hari adalah
tindakan ibadah yang berdiri sendiri tidak terkait dengan hari sebelumnya atau
sesudahnya. Ibadah puasa hari ini tidak dapat batal karena batalnya puasa hari
kemarin atau hari esoknya.
Dalam Al Bayjuriy, juz: 1, hal: 299:
ولابد
من النية لكل يوم لأن الصوم كل يوم عبادة مستقلة لتخلل ما يناقض الصوم بين اليومين
كالصلاتين يتخللهما السلام
“Dan
harus dilakukan niat puasa Ramadlan pada setiap harinya, karena berpuasa setiap
hari adalah ibadah yang berdiri sendiri, ibadah puasa juga terpisah dengan hal-hal
yang membatalkannya diantara puasa dalam dua hari. Seperti halnya dua salat
yang terpisah dengan salam”(Al Bayjuriy, juz: 1, hal: 299).
Dalam Kifayatul Akhyar, juz: 1, hal:205:
وتجب
النية لكل ليلة لأن كل يوم عبادة مستقلة ألا ترى انه لايفسد بقية الأيام بفساد يوم
منه
“Dan niat
puasa Ramadlan wajib dilakukan pada setiap malam hari, karena ibadah puasa satu
hari adalah merupakan ibadah yang berdiri sendiri tidak terkait dengan hari
sebelum dan sesudahnya. Ingatlah bahwa, hari-hari puasa di bulan Ramadlan tidak
akan batal karena rusaknya puasa satu hari di bulan Ramadlan terssebut”
(Kifayatul Akhyar, juz: 1, hal: 205).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar