Senin, 15 Juli 2013

5. Apakah menelan ludah itu membatalkan puasa?

Menelan air ludah sendiri yang belum diludahkan tidak membatalkan puasa, sepanjang air ludah murni dan masih dalam sumbernya. Artinya air ludah tersebut bersih tidak tercemar oleh kotoran mulut semisal darah gigi yang semestinya mudah dibersihkan, makanan yang tertinggal di antara gigi atau tercemar oleh benda lainnya, dan masih dalam sumbernya yaitu mulut sekalipun sengaja dikumpulkan dalam jumlah banyak kemudian ditelan. Bukan air ludah yang dikumpulkan pada bibir mulut kemudian ditelan. Sebab bibir mulut tidak termasuk sumber air ludah.

Dalam Tanwirul Qulub, hal: 229:

ولابلع الريق الطاهر الصافي ولاإخراج لسانه وعليه ريق

“Dan menelan air ludah yang suci lagi bersih tidak membatalkan puas, dan tidak membatalkan puasa pula mengeluarkan lidah yang berlumur air ludah ”(Tanwirul Qulub, hal: 229). 

Dalam Al Bayjuriy, juz: 1, hal: 302:  

ولايضروصول الريق الخالص الطاهر من معدنه جوفه بخلاف غير الخالص وغير الطاهر نعم يعفى عنه في حق من ابتلى بدم لثته وبخلافه من غير معدنه كأن جمعه على نحو شفتيه ثم بلعه 

“Dan tidak apa-apa air ludah murni, suci dan langsung keluar dari sumbernya masuk kedalam perutnya. Berbeda air ludah yang tidak murni dan tidak bersih. Ya dimaafkan bagi orang diuji dengan keluar darah gusi giginya. Dan berbeda pula air ludah yang tidak langsung keluar dari sumbernya, seperti air ludah yang telah dikumpulkan dalam dua bibir mulutnya, lalu ditelannya”(Al Bayjuriy, juz: 1, hal: 302). 

Dalam Fathul Mu'in, hal: 56:

(و) لايفطر (بريق طاهر صرف) اي خالص ابتلعه (من معدنه) وهوجميع الفم ولوبعد جمعه على الأصح

“Dan puasa tidak batal karena menelan air ludah yang suci dan murni yang mengalir dari sumbernya, yaitu seluruh sudut mulut. Menurut pendapat yang paling sahih, sekalipun air ludah itu terkumpul dalam jumlah banyak” (Fathul Mu’in, hal: 56).
 

2 komentar:

  1. Ustadz, bagaimana kalo dahak yg keluar tiap waktu.. yang masih di dalam tenggorokan, boleh kah di telan, karena kadang susah utk mengeluarkannya? terima kasih..

    BalasHapus
  2. Mas yusna,
    Menelan dahak yang masih ada dalam mulut membatalkan puasa, kecuali dahak tersebut masih di dalam tenggorokan belum masuk batas antara mulut dan tenggorokan, yaitu tempat keluar (makhraj) huruf kha'/kho' dan tidak bisa diupayakan keluar untuk diludahkan.(Tanwirul Qulub, hal: 228)
    terimakasih kembali, semoga bermanfaat dan ALLA selalu memberikan hidayah kepada kita, keluarga dan guru2 kita, amin....
    selamat berpuasa ramadlan 1434 H.

    BalasHapus