Selasa, 23 Juli 2013

9. Apakah menelan selilit itu membatalkan puasa?


Menelan selilit atau sisa makanan yang terselip di antara gigi membatalkan puasa, kecuali selilit tersebut terbawa larut air ludah masuk kedalam tenggorokan tanpa sengaja dan tidak mampu diludahkan. 

Dalam Al Iqna’, juz: 1, hal: 204:

 ولوبقي طعام بين أسنانه فجرى به ريقه من غير قصد لم يفطر إن عجز عن تمييزه ومجه لأنه معذور فيه غير مفرط

“Dan jika tersisa makanan di sela-sela gigi lalu terbawa larut air ludah masuk kedalam tenggorokan tanpa disengaja, maka tidak membatalkan puasa, sepanjang jika tidak mampu diludahkan, karena hal ini terhitung udzur, bukan kelalaian” (Al Iqna’, juz: 1, hal: 204).

Dalam Fathul Mu'in, hal: 56:

لوبقي طعام بين أسنانه فجرى به ريقه بطبعه لابقصده لم يفطر إن عجز عن تمييزه ومجه وإن ترك التخلل ليلا مع علمه ببقائه وبجريانه ريقه به نهارا لأنه إنمايخاطب بهما إن قدر عليهما حال الصوم لكن يتأكد التخلل بعد التسحر أماإذالم يعجز أوابتلعه قصدافإنه مفطر جزما

Dan jika tersisa makanan di sela-sela gigi lalu terbawa larut air ludah masuk kedalam tenggorokan dengan sendirinya tidak disengaja, maka tidak membatalkan puasa, sepanjang jika tidak mampu memilahkan dan meludahkannya. Sekalipun pada malam harinya ia tidak membersihkan gigi (melakukan sikat gigi / tusuk gigi) padahahal yakin dalam mulutnya masih tersisa makanan dan akan terbawa mengalir oleh air ludah kedalam tenggorokan pada esok siangnya, karena hanyasaja ia diperintahkan membersihkan dan meludahkan sisa makanan itu pada saat berpuasa, tetapi sangat dianjurkan membersihkan gigi pada saat setelah makan sahur. Adapun apabila mampu meludahkan atau sengaja menelannya, maka hal itu membatalkan puasa secara pasti”(Fathul Mu’in, hal: 56).

2 komentar:

  1. Assalamuallaikum wr wb
    Ustad mau tanya. Jadi begini, saya pernah waktu pagi2 saya sengaja menelan ludah dan waktu saya telan terdapat sisa makanan, dan waktu saya menelan itu, saya ngerasa biasa saja. Seperti tak menyadarinya bahwa itu dapat membatalkan puasa saya, stlh tertelan, sya bru sadar, lalu saya ragu, apakah puasa sya btl, padahal pagi sesudah sahur sya sdh sikat gigi, lalu kejadian itu berulang kemudian, tp saya mampu mengeluarkan selilit itu dan menyadarinya .stlh sya tanykan ke ustad n tmn2 saya, itu di hukumi tak papa, karena sudah usaha sikat gigi dan sudah terlanjur, kata ustad itu bisa di hukumi seperti orang tidur yang ngigo. Saya terus ragu dan kurang yakin, karena sy jg sering ngerasa ragu dlm ibadah, lalu apa yang harus saya lakukan?
    Sekian, jazakumullah

    Waasalamuallaikum wr wb

    BalasHapus
  2. Ya
    Tdk apa2, dlm hal ibadah kita tdk boleh was was...
    Terimakasih

    BalasHapus